IBX58F8B9DC28E0A

Jumat, 09 Juni 2017

Ikuti Meikarta Group Lippo, GCC Juga Disulap Jadi Kota Mandiri

 



LIVINGCIKARANG.COM -- Kawasan Cikarang semakin dilirik untuk menghadirkan hunian bertingkat dan kota mandiri. Setelah Group Lippo mengumumkan akan membangun kota Mandiri Meikarta giliran Sri Pertiwi Sejati Group yang mengatakan akan membangun kawasan hunian terpadu.

Sri Pertiwi Sejati Group sejatinya telah berada di Cikarang dengan proyek Grand Cikarang City (GCC). Sebuah kawasan hunian yang menyasar kelas menengah bawah dimana sebagian besar pembelinya memanfaatkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

 Managing Director PT Sri Pertiwi Sejati Asmat Asmin, mengatakan pihaknya sedang terlibat diskusi serius dengan arsitek dari Singapura. Perusahaan, kata dia, ingin merancang ulang kawasan ini menjadi kota mandiri. Saat ini Sri Pertiwi masih memiliki potensi cadangan lahan hingga 50 hektar.

Dia mengatakan perusahaan akan melengkapi kawasan terpadu ini dengan area komersial seperti mal, hotel, dan
rumah toko atau ruko. Selain itu, Sri Pertiwi Sejati Group juga akan menghadirkan rumah sakit dan sekolah untuk
menunjang kegiatan penghuni.

“Proyeksi kami untuk mengembangkan lahan seluas 50 hektare itu membutuhkan investasi Rp36 triliun, tetapi kami masih akan terus menghitung dengan melihat kondisi pasar,” kata Asmat seperti yang dilansir Bisnis Indonesia, Kamis (8/6/2017).

Untuk menunjukan keseriusan terlebih dahulu perusahaan meluncurkan apartemen. Proyek yang akan diluncururkan mulai semester II/2017 ini akan dilepas mulai dari harga Rp12 juta permeter persegi (m2).  dengan tipe apartemen terkecil yang akan dijual seluas21m2.

 “Pengembangan apartemen di Grand Cikarang City sudah layak untuk dilakukan karena harga lahannya sudah tidak lagi masuk ke dalam kategori subsidi. Kami juga dapat membuka harga unit apartemen di kisaran Rp200 jutaan,” ujarnya.


Saat ini, GCC berisi 10.000 unit rumah dan sebagian besar telah berpenghuni. Perusahaan juga terus melakukan pembangunan Hingga awal Juni ini perusahaan telah menyelesaikan tambahan pembangunan 7.000 unit rumah bersubsidi. Sedangkan pada semester II/2017 nanti ditargetkan dibangun 8.000 unit rumah lainnya.

Tidak ada komentar:
Write komentar