IBX58F8B9DC28E0A

Senin, 04 Desember 2017

Asikk, Pemilik Rumah Cikarang Nikmati Kenaikan Harga 25%

 

Livingcikarang.com -- Para pemilik rumah di Cikarang diperkirakan akan menikmati kenaikan investasi 25% dari harga properti yang mereka miliki. 


Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman mengatakan Cikarang menjadi primadona karena banyaknya pusat industri baru di kawasan ini. Selain itu kawasan juga semakin terhubung dengan Jakarta melalui sejumlah investasi infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta. 

Menurut Mart seperti yang dilaporkan oleh Bisnis Indonesia hari ini, kenaikan 25% ini merupakan angka minimal kenaikan investasi yang dapat dinikmati para pemilik properti. Kenaikan akan lebih besar seiring semakin banyaknya infrastruktur penghubung antara Cikarang dengan Jakarta rampung.


Infrastuktur pendukung ini dinilai sangat penting, karena selain menarik minat para pekerja lokal yang ingin memiliki rumah tapak, kawasan ini bakalan sangat menarik  bagi para pekerja bule. Pasalnya di kawasan itu berdiri ribuan perusahaan nasional maupun internasional.

Bermukim dekat kantor maupun pabrik bagi para pekerja internasional itu tentu lebih menarik dari pada harus bolak balik dengan jarak lumayan jauh dari Jakarta ataupun Bekasi.

Lamudi memperkirakan di kawasan ini terdapat 21.000 pekerja asing. Para pekerja ini juga membutuhkan tempat hunian, wisata, dan gaya hidup. Mereka saat ini menghuni rumah tapak yang tidak sama dengan standar hidup mereka.

Tercatat hingga akhir 2016, terdapat 24 pengembang yang membuka proyek baru di Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Purwakarta. Keseluruhan proyek menyerap 16.669 hektare lahan dengan realisasi 12.774 unit hunian. Dengan harga unit berkisar Rp91 juta—Rp5 miliar. Sedangkan, harga tanah mulai dari Rp580.000—Rp11 juta per m2.


Laporan itu juga menjelaskan kawasan Cikarang, juga diminati oleh masyarakat yang berasal dari kawasan Timur Jakarta seperti Tanjung Priok hingga Kelapa Gading. Hal ini dikarenakan potensi yang dimiliki Bekasi terus tumbuh memberi kemudahan masyarakat untuk mengakses Jakarta. Apalagi setelah KRL Bekasi sampai Cikarang pasti akan mengerek harga, minimal naik 10%.

Tidak ada komentar:
Write komentar