IBX58F8B9DC28E0A

Rabu, 09 Mei 2018

Berbagi Pengalaman Jadi Trader Dadakan

 



H



***

Kali ini saya mau berbagi cerita pengalaman menjadi trader. Istilahnya trader dadakan karena tak membayangkan sebelumnya. 
Trader apaan nih. Yupp jadi ceritanya setelah mengikuti webinar tentang perdagangan foreign exchange (forex)  saya dan teman-teman peserta webinar diberi kesempatan menjadi trader forex.
Seluruh peerta diberi account demo untuk  trading online. Di sinilah kisah bermula. Seperti intruksi dari staf ForexIMF.com kami pun mendownload aplikasi meta trader. Ini adalah aplikasi untuk trading forex online. Menurut saya aplikasi lumayan keren. Aksesnya cepat dan ringan.
Setelah mendaftar dan mendapat akun login. Wusss, jadilah saya hartawan mendadak. Dapat modal 10.000 USD. Temans bayangkan saja, bila sekarang dolar harganya 13.000 ribu itu artinya dalam sekejap saya memiliki uang 130.000.000, wohooo… $_$
Dengan modal yang ada kami dibebaskan untuk bertransaksi selama dua minggu. Ngeri-ngeri sedap sih di awal. Membelanjakan uang sebanyak itu dengan target profit sebanyak-banyaknya. Bagi saya sendiri, ini menjadi keasyikan baru selama dua pekan terakhir. Semacam uji nyali dan uji sakti. Hihii…
Bisa ga ya balik modal dalam dua pekan? Hmm ternyata. Wuss, aji mumpung, dalam sepekan saya sudah mendapat profit 97 persen. Modal yang semula 10.000 USD sudah berkembang menjadi 197.000 USD. Asyik banget kan temans. Coba itu uang beneran. Artinya dalam sepekan saya bisa mendapat uang Rp100 juta. Wihii…
Dalam dua pekan, saya membayangkan sudah bisa membeli mobil baru. Ah enaknya.
Masa-masa menjadi trader gadungan ini menurut saya amat menyenangkan. Saya punya keasyikan baru saat melihat neraca yang naik turun. Curi-curi waktu di malam hari untuk bertransaksi. 
Yup. Mostly transaksi yang saya lakukan adalah malam karena siang sibuk dengan krucils. Untungnya transaksi di ForexIMF.com bisa dilakukan 24 jam penuh selama 5 hari.
Kesenangan lain karena bisa berinteraksi dengan teman-teman blogger dari beberapa daerah, Yogyakarta, Solo dan Semarang. Interaksi kami di grup WA sangat cair. Padahal saya belum pernah bertemu dengan mereka.
Biasanya kalau ada grup blogger ngomonginnya tak jauh dari kerjaan menulis artikel atau buzzer. Kali ini kami malah ngomongin soal duit, profit dan loss.. Hihi, walaupun saya beberaa kali harus roaming atau membuka kamus bahasa Jawa untuk memahami percakapan yang terjadi di grup.
Hal lain yang tak kalah penting. Sebagai lulusan Ilmu Hubungan Internasional inilah masanya saya kembali memperhatikan dinamika politik dunia dengan serius lagi. Ketika Trump menyatakan perang nuklir dengan Korea Utara, atau ketika the Feed menyatakan Amerika akan menarik kembali dolar dari seluruh dunia. Haha, masa-masa yang tak terbayangkan sebelumnya.

Tidak ada komentar:
Write komentar