IBX58F8B9DC28E0A

Sabtu, 31 Maret 2018

Ingin Beli Apartemen di Meikarta, Perhatikan Langkah Terbaru Lippo Group Ini...

 


Suasana pengembangan Meikarta. Pengelola memilih merampungkan kolam seluas 100 hektar terlebih dahulu sebagai ruang terbuka hijau. 

Baru-baru ini Lippo Group menandatangani kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan 19 institusi yang memiliki reputasi internasional guna mengembangkan kota baru Meikarta. 

Perusahaan yang diajak kerjasama itu bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, logistik dan financial teknologi. Kesepahaman  ini melingkupi proyek senilai 850 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp11,56 triliun (kurs Rp13.600). 

Institusi Global yang melakukan penandatanganan MOU pada pertengahan Maret 2018 itu adalah Columbia University Medical Center (CUMC), University College Londol (UCL), University of North Carolina, Genesis Rehab Services (GRS), World Trade Center, HTC Corporation, China Telecom Global Limited, JM Eagle, Zhong Ying Finance, Lausanne Hotel Management Institute.

Lippo juga menggandeng USA Dunham Bush Refrigeration Equipment Inc, Union Space, Rework ,Shanghai Infin Technology, Eshang Rosewood ESR logistic, Nagase Indonesia, Micro Focus, ACSC & CFLP International Logistic, dan Seafirst Technologies.

Lalu apa saja rencana peran dari masing-masing institusi itu di Meikarta? 

1. Columbia University Medical Center
Ini merupakan rumah sakit pendidikan yang pertama dibangun di dunia. Di negara asalnya, Amerika Serikat, Columbia University Medical Center menempati posisi rumah sakit terbaik kedelapan di AS dan terbaik pertama di New York. 

Pemilik Group Lippo, James Riady mengatakan, pihaknya akan merancang Cardiac Centre atau pusat pengobatan Jantung di Asia tenggara. Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. James mengharapkan pusat inovasi ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia setelah Shanghai, China dan Tokyo, Jepang.  

Meski Lippo berharap langsung melompat ke pusat pengembangan pengobatan jantung namun Lawrence Beilis, Chief Financial Officer dan Chief Administrative Officer of Columbia University Medical Center, mengemukakan hal pertama yang akan dilakukan dalam kerja sama ini, yaitu untuk membuat proyek kecil dengan Siloam Hospital sebagai awal untuk pengenalan.

“Dalam fase ini mungkin akan menyamakan kualitas kesehatan antara Indonesia dan Amerika,” ujar Lawrence.

2. Genesis Rehab Services
Pusat rehabilitasi ini menyasar terapi para orang dewasa yang mengalami masalah kesehatan agar mampu hidup mandiri. Lembaga ini memiliki spesialisasi terapi fisik, terapi okupasi, terapi wicara, terapi pernapasan dan layanan kesehatan untuk orang dewasa hingga orang tua.

"Kami menyesuaikan layanan kami untuk memenuhi kebutuhan masing-masing pasien kami, termasuk mereka yang memiliki diagnosis klinis yang rumit," tulis keterangan pengelola dalam laman web resmi mereka. 

Neil D. Tockman, Vice President International Operations perusahaan itu, mengemukakan keinginannya untuk mengevaluasi kembali kualitas kesehatan di Siloam Hospital, Rumah Sakit milik Lippo Group. Selain itu, dia juga menargetkan, dengan kerja samanya dengan Meikarta, institusinya dapat menjadi harapan masyarakat Indonesia sebagai tempat untuk mendapatkan perawatan terbaik.

3. University of North Carolina
Kampus tempat presiden ke-11 Amerika Serikat (AS) ini kuliah memgharapkan dapat menghadirkan nilai besar atas kehadiran mereka di Indonesia. 

Dr. Rick Van Sant, Executive Director of Go Global University of North Carolina, mengungkapkan Indonesia mulai memasuki tahap trasformasi dari ekonomi sumber daya alam menuju ekonomi global yang pintar. Oleh karena itu, mencari pekerjaan bagi mahasiswa semakin kompetitif.

“Sudah banyak mahasiswa-mahasiswa berprestasi yang lulus dari perguruan tinggi. Tetapi yang kita ketahui sekarang, mempunyai gelar pendidikan saja tidak cukup. Semua mahasiswa juga membutuhkan latar belakang pengalaman untuk mencari pekerjaan,” tuturnya.



4. World Trade Center (WTC)
Perusahaan yang berkantor pusat di New York, AS ini menargetkan memikiki kompleks perkantoran di Meikarta. Perusahaan sebelumnya telah memiliki perkantoran di Jakarta dan Surabaya.

Vice President World Trade Center Asia Paifik, Scott Wang mengatakan perusahaan akan merancang pengembangan perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan dan apartemen servis melalui kerja sama dengan Meikarta. Selain itu perusahaan akan mengoptimalkan keanggotaan di 90 negara dengan lebih dari 7 juta perusahaan yang menjadi aset besar bagi pengembangan industri lainnya.

5. UnionSpace
Perusahaan rintisan (star up) dari Singapura  ini ingin menyediakan fasilitas dan membangun iklim usaha bagi tumbunnya star up  di tanah air. Perusahaan akan menyiapkan high rise co-working space yang terspesialisasi yang memisahkan setiap jenis industri ke lantai yang berbeda di Meikarta.

“Kami akan membuat bukan hanya generik co-working space, tetapi kami akan membuat coworking space terspesialisasi sesuai dengan industri yang menjadi pondasi dari industri di Meikarta.”

6. Rework
Perusahaan penyedia ruang kerja bersama (co working space) ini menargetkan dapat membangun kantor seluas 10.000 meter persegi. Vanessa Hendriadi, Founder& CEO Rework, mengatakan kerja sama dengan Lippo menjadi prospektif karena dalam membangun kota baru, akan memerlukan tempat untuk bekerja. Apalagi, kata dia, saat ini teknologi juga telah mengubah cara orang bekerja. Perusahaan akan berusaha membangun produk yang memberikan layanan dan membantu komunikasi dan kewirausahaan untuk berkembang.

7. Maritz Mansor Legal Counsel ESR
Perusahaan logistik asal Singapura, Maritz Mansor Legal Counsel ESR menyebut akan membangun pusat distribusi sesuai dengan peningkatan permintaan tenant. Indonesia menjadi salah satu negara yang paling diminati tenant untuk berinvestasi. Sejauh ini, kata dia, pasar pergudangan dan dagang-el dan digitaliasi di Indonesia bisa dikatakan telah matang.

Meski begitu, para perusahaan global ini memperkirakan pengembangannya sendiri kemungkinan baru terjadi di masa mendatang. Hal itu dikarenakan Lippo pada fase pertama akan lebih mengejar pembangunan residensial dan ritel. Nota kesepahaman yang diteken Lippo Group dan mitra global ini memang hanya menjadi fase awal dan untuk realisasinya diharapkan terjadi secepatnya.

Tidak ada komentar:
Write komentar