IBX58F8B9DC28E0A

Rabu, 12 Oktober 2016

Siapa Mohammad Saleh, Senator Bengkulu Ketua DPD Terpilih

 

JAKARTA – Untuk pertama kalinya masyarakat Bengkulu memiliki putra daerah yang menjadi pimpinan lembaga tinggi negara. Putra Curup, Rajang Lebong yang juga salah satu pengusaha nasional, Muhammad Saleh ditetapkan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menggantikan Irman Gusman yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.  

Dalam pemilihan yang dilakukan pada, Selasa (11/10/2016), Muhammad Saleh unggul dari dua pesaingnya yakni GKR Hemas, dan Farouk Muhammad. Dalam voting yang dilakukan oleh para senator itu dari 116 suara yang memberikan hak pilih, Saleh meraup 61 suara. Sedangkan Farouk Muhammad mengumpulkan 23 suara dan GKR Hemas sebanyak 31 suara. Terdapat satu suara tidak sah dalam pemilihan ini.


Pengusaha elektronik dengan bendera  Solite Grup dan perusahaan pembiayaan Prioritas Grupini tergolong baru dalam berpolitik. Namun kecakapannya dalam dunia usaha membuat kiprahnya langsung terlihat. Ini terbukti ketika baru menginjak kantor DPD, ia ditetapkan sebagai ketua Badan Kerjasama Parlemen (BKSP).

MULAI DARI BAWAH
Muhammad Saleh berusia 50 tahun pada Juli lalu. Ia tamat kuliah dari Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu pada 1990. Saleh kemudian memutuskan hijrah ke Jakarta. Sementara belum dipanggil atas lamaran yang dikirimkan kesejumlah perusahaan, Saleh memutuskan bekerja serabutan mulai dari kuli bangunan hingga tukang cuci untuk bertahan.

Mantan Ketua Senat FE periode 1986 – 1988 ini kemudian memutuskan secara otodidak mempelajari software dan teknisi komputer. Pelajaran yang kemudian menjadi tangga dirinya menjadi pengusaha nasional. Saleh kemudian memulai karir di PT. Columbindo Perdana pada 1994 sebagai teknisi komputer. Seperti dilansir Rakyat Bengkulu dalam “Kisah Sukses Pengusaha Asal Bengkulu”, Sabtu (16/6/2012, halaman 13). Dalam dua tahun ia akhirnya berhasil menjadi Branch Manager Bengkulu pada 1996. Capaian yang baik kemudian membuat Saleh oleh manajemen dipercaya menjadi National Sales Manager pada 2001.

Namun setelah setahun memangku jabatan mentereng ini, ia kemudian memutuskan memulai perusahaan sendiri. Ia memfokuskan pembiayaan untuk perabot dan elektronik rumah tangga. Perusahaan dengan bendera Solite Grup menyasar wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Tingginya permintaan masyarakat membuat ia kemudian menyasar pasar di luar Jabodetabek dengan beneda baru yakni di PT. Prioritas Grup.

Tidak ada komentar:
Write komentar